Mataku sudah tak dapat lagi melihat wujudmu, telingaku ini lama tak
menangkap suara tentang kabarmu, aroma tubuhmu pun tak lagi melekat
dipenciumanku, tanganku juga sudah biasa terayun sendiri tanpamu yang
menuntun, sampai lidahku
pun kaku untuk menyebut namamu. Inilah
aku dengan semua panca indraku yang mati karenamu.
Kukira perpisahan kita hanya terjadi dalam
beberapa hari, minggu, atau mungkin bulan . Ternyata hitunganku benar-benar
meleset jauh . Melewati setiap pergantian tahun dengan berharap itu tahun
terakhir menantimu sungguh menjenuhkan. Apa aku sedang mempertahankan atau aku
malah membiarkan diriku menjadi orang tolol ? Entahla ! Waktu lima tahun itu
tak bisa membuatku lupa sampai episode berapa cerita kita .
Awalnya kita sudah sepakat untuk...